Tangerang Darurat Rentenir, Pelaku Usaha Kecil Diajak Jauhi Renternir

TANGERANG – Pelaku usaha kecil di Kota Tangerang banyak yang terjerat rentenir. Mereka membutuhkan rentenir untuk keberlangsungan usahanya. Namun apa yang diinginkan pelaku usaha kecil itu tak sesuai yang diharapkan.

Hal itu mengemuka saat mereka mengikuti pendataan potensi ekonomi yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, dan UMKM Kota Tangerang yang digelar di Gedung Cisadane belum lama ini.

Ario Fuad Harma, Asisten Manager of Reporting and Monitoring PT Angkasa Pura ll mengatakan, saat ini banyak bank hitam atau bank emok, atau rentenir yang menjerat para pelaku usaha kecil. Karena itu kehadiran perusahannya untuk membantu mereka supaya usaha berkembang dengan baik.”Di sini kita fasilitasi usahanya, bila melakukan pinjaman juga tidak ada potongan-potongan,” katanya.

Ia mengharapkan para pelaku usaha kecil bisa bermitra dengan PT Angkasa Pura ll. Setelah menjadi mitra usahanya terus dilakukan pembinaan baik dari segi produk, pemasaraan maupun pembiayaan.

Hal yang sama diungkapkan Muslim Mubarok dari PT PNM. Menurutnya usaha-usaha kecil di Kota Tangerang sangat banyak dan berpotensi. Karena itu perlu dibina usahanya dan jangan terjebak rentenir atau bank-bank hitam.

Terpisah, Ketua Umum RCC Deri Suandi mengatakan, program pemberantasan riba di masyarakat merupakan konsentrasi lembaganya yakni RCC (Riba Crisis Centre). Dalam pelaksanaan menggandeng berbagai pihak yang satu visi dalam memberantas riba. “Kami memiliki program edukasi, advokasi dan ekonomi dalam memberantas riba itu,” terangnya.

Dirinya berharap dengan masyarakat tidak memanfaatkan riba maka kesejahteraan bisa diraih. Karena sebenarnya sistem riba atau bunga itu sistem yang menghancurkan ekonomi.(is)

Posted in Artikel, Motivasi & Hikmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.