Pedagang Kecil di Kota Tangerang Kesulitan Miliki Rumah

TANGERANG – Kebutuhan tempat tinggal di Kota Tangerang Banten makin sulit. Ini lantaran untuk perumahan lahannya makin menyempit dan harga rumah yang ditawarkan terus naik.

Kesulitan memiliki rumah dialami para pedagang kecil yang banyak menetap di kota yang berjuluk Kota Seribu Industri ini. Mereka itu para pedagang kaki lima seperti tukang baso, tukang bubur, dan tukang gorengan. Kemudian pedagang kelontongan, dan pedagang sayur.

Para pedagang kecil itu mayoritas belum memiliki rumah alias masih mengontrak. Mereka tinggal dengan seluruh anggota keluarga bahkan saudaranya di kontrakan yang sempit. Mereka mengharapkan memiliki rumah sendiri supaya lebih nyaman.

Perumahan terus bermunculan namun pedagang kecil masih sulit memiliki rumah.

Sementara banyak promosi perumahan tapi tidak cocok dengan penghasilan. Selain itu akan terganjal aturan perbankan bila tetap memaksa membeli rumah tersebut. Karena harus memiliki slip gaji dan pendapatan bulanan yang jelas.

Sampai saat ini belum ada program Pemerintah Kota Tangerang untuk menyediakan perumahan bagi kalangan mereka. Sedangkan rumah-rumah mewah terus bermunculan di sekitar tempat tinggalnya.

Suwaldi, 57, pedagang bakso yang mangkal di pinggir Jalan KH Hasyim Ashari Cipondoh menginginkan sekali dirinya memiliki rumah. Sejak puluhan tahun tinggal di Cipondoh sudah beberapa kali mengontrak sampai sekarang. “Saya pingin banget punya rumah sendiri,” katanya, saat ditemui Kamis (14/1/2021).

Ia mengungkapkan keinginannya itu belum ada yang merespon. Sama dengan para pedagang kecil lainnya. Menurutnya pemerintah daerah agar membantu masyarakat kecil sepertinya mudah memiliki rumah.

Rumah yang dibutuhkan oleh kalangannya yakni yang murah atau terjangkau. Pasti bila pemerintah membuat rumah murah masyarakat akan mendukung. Apalagi rumah tersebut diperuntukan bagi para pedagang kecil.

Suwaldi, pedagang bakso di Cipondoh Kota Tangerang yang berharap ada program rumah murah dari pemerintah atau pengembang.

Hal yang sama diutarakan Muhamad Daryono, pedagang gorengan itu menilai untuk mengontrak rumah kini sudah mahal. Menurutnya dari pada mengontrak lebih baik punya rumah sendiri. Kalau mengontrak rumahnya belum tentu bisa dimiliki. “Sementara bila beli rumah kendati mencicil akhirnya akan jadi milik sendiri,” katanya.  

Muhamad Daryono yang berjualan dibantu sang istri itu sangat mengharapkan memiliki rumah. Karena memiliki rumah sendiri lebih nyaman. Menurutnya program perumahan murah untuk kalangan kecil ini perlu ada yang membantu baik dari pemerintah atau developer.Bila tak ada bantuan jangan harap pihaknya memiliki rumah.(is)

Posted in Artikel, Progress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.