Program Rumahku Surgaku di Sumatera Barat Disambut Antusias Masyarakat

PROGRAM Rumahku Surgaku yakni penyediaan perumahan rakyat dengan skema syariah disambut antusias  masyarakat Sumatera Barat.

Misalnya mereka semangat mendatangi acara Akad Istishna atau acara pemesanan unit rumah  yang digelar pengembang syariah di salah satu hotel di Kota Padang. Kurang lebih ratusan masyarakat memesan perumahan tersebut dan terlihat puas.

Karena masih pandemi Covid-19 maka penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan covid dalam acaranya. Peserta diimbau memakai hand sanitizer, masker, dan selalu menjaga jarak.

Dalam acara Akad Istishna itu digelar untuk perumahan Samawa City Balai Baru dan  Samawa  Andalas  Estate. Untuk Perumahan Samawa City Balai Baru lokasinya di Kota Padang Sedangkan Samawa Andalas Estate berada di Padang Sarai.

Konsumen menjujukan berkas di acara Akad Istishna Perumahan Samawa Balai Baru dan Samawa Andalas Estate.

Pemilik Agam Property Syariah David Saputra mengatakan, bahwa perumahan dengan model syariah di Sumatera Barat sangat diminati masyarakat. Ini terbukti bila pihaknya meluncurkan produk rumah serupa langsung disambut masyarakat. “Alhamdulillah responnya luar biasa,” katanya, Kamis (23/7/2020).

Ia menjelaskan, perumahan syariah yang dibangun ini merupakan kerjasama dari beberapa badan yang mengusung visi misi syariah. Seperti program Rumahku Surgaku, Riba Cirisis Centre, MarketingSakti.Com, dan Perwiranusa Syariah.

Sementara itu, CEO Rumahku Surgaku Deri Suandi mengatakan, mayoritas masyarakat Indonesia masih kesulitan memiliki rumah. Itu karena banyak persyaratan yang menjadi kendala mereka. Program perumahan bersubsidi pemerintah pun yang diperuntukan masyarakat kecil belum menyentuh semuanya. “Sehingga setiap tahun yang tak memiliki rumah semakin banyak,” katanya.

Karena itu Deri yang memiliki pengalaman di dunia properti  membuat program Rumahku Surgaku. Lewat program ini semua masyarakat bisa memiliki rumah. Syaratnya mampu dan amanah. Program Rumahku Surgaku juga tidak semata-mata menyediakan perumahan tapi mengajak masyarakat untuk meninggalkan riba. Karena riba merusak perekonomian masyarakat. (is)

Posted in Artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.