Deri Suandi  : Saya Bukan Orang yang Bangkrut, Tapi yang Bakar Kapal

TANGERANG – Program Rumahku Surgaku terus meraih apresiasi berbagai kalangan serta organisasi. Itu lantaran program yang diluncurkan awal tahun 2016 itu dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang hendak memiliki rumah.

Di Tangerang dan Banten ribuan masyarakat  telah memiliki rumah lewat program Rumahku Surgaku. Sementara gelombang pemesanan rumah lewat program ini tengah menyusul di Jawa Barat dan Sumatera.

Program Rumahku Surgaku sendiri didirikan oleh Deri Suandi. Bisa dikatakan membangun konsep tersebut dirinya sampai ‘berdarah-darah’ demi menolong rakyat kecil memiliki rumah. Banyak liku-liku dan tantangannya.

CEO Rumahku Surgaku Deri Suandi mengatakan, saat itu banyak teman bilang  gila karena ingin mencanangkan merubah Indonesia lewat perumahan syariah. Karena bakal tahu konsekuensinya maka harus siap dihadapi dan tentunya banyak berkorban. “Saya manuver ke syariah ini bukan bangkrut, tapi saya orang yang bakal kapal,” katanya saat tasyakuran kantor baru Rumahku Surgaku di Cimone Karawaci Kota Tangerang, Sabtu (14/11/2020).

Ia menegaskan, bahwa bisnis itu bukan soal untung dan rugi. Tapi soal adanya halal dan haram. Ada keyakinan agama yang harus dijalankan. Apalagi nanti setiap yang dilakukan akan dihisab.

Ia menjelaskan, beralih ke syariah itu karena ingin meninggalkan riba. Dosa riba itu luar biasa. Seperti berzina dengan ibu kandung dan kekal di api neraka. Sementara ibu itu sosok yang dihormati dan memiliki kebanggan. “Saya seperti ditonjok. Jadi sebelum bermanuver ke syariah memang galau. Namun saya bismillah  dan saya berangkat,” katanya.

Tasyakuran kantor baru Rumahku Surgaku di Cimone Karawaci Kota Tangerang.

Deri pamit dengan sang Ibu untuk menjalankan bisnis properti syariah ini. Ia mengatakan, dalam setahun ke depan akan banyak tantangan. Benar saja berbagai tantangan itu datang dari tidak mampu membeli susu anak hingga rumahnya ditongkrongin security. Berbagai transaksi juga diputus demi melepas riba. Dirinya merasa kembali ke titik nadir.

Sebelumnya Deri pernah gagal merumahkan ratusan orang yang akad perumahan saat di sistem konvensional. Sementara ratusan orang tersebut sangat menunggu-nunggu bisa memiliki rumah. Lantaran adanya kebijakan dari bank maka akadnya gagal.

Pengalaman-pengalaman itulah yang membangun mimpi Deri untuk merumahkan masyarakat Indonesia agar memiliki rumah. Lahirlah program Rumahku Surgaku, program perumahan skema syariah untuk rakyat kecil. Memiliki rumah tanpa bunga, tanpa didenda, disita, dan tidak ada ribanya. Dirinya optimistis programnya akan berkembang  karena telah melalui berbagai proses alam.(is)

Posted in Artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.